Jurnal Teknik

FTUNIGORO LINKS

Video

 

Seni dan Budaya Lokal

 Masyarakat Samin

Masyarakat Samin adalah komunitas masyarakat yang masih teguh & menjunjung tinggi ajaran Samin Surosentiko; yaitu Kesederhanaan, Keterbukaan, Keihklasan dan selalu menjaga Keseimbangan alam. Komunitas masyarakat ini sering menjadi obyek penelitian karena tinggal berkelompok di Dukuh Jipang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, ± 60 Km arah barat daya Kota Bojonegoro.

 

 

 Tari Tayub

Tayub merupakan kesenian tradisional Bojonegoro dan merupakan peninggalan dari budaya leluhur yang telah memasyarakat secara turun temurun.Penari Tayub biasanya terdiri dari 2 orang sampai dengan belasan penari. Yang unik dari tarian ini adalah ikut sertanya para penonton untuk menari bersama penari Tayub. Acara akan semakin ramai dan hangat ketika penari Tayub yang disebut “Sindir” menyanyikan gending – gending (lagu) yang sedang populer dan digemari oleh penonton sehingga akan banyak penonton yang turut serta menari dengan gerakan tari yang mereka bisa lakukan. Sindir biasanya selalu memenuhi keinginan penonton dengan melantunkan lagu yang diminta oleh para penonton. Tarian ini biasanya diselenggarakan untuk memeriahkan acara pernikahan, khitanan atau acara keluarga lainnya. Acara berlangsung selama 24 jam atau bahkan sampai 2 hari, tergantung dari kemampuan penyewa tarian tersebut.
Kelompok - kelompok tari Tayub ini banyak terdapat di Kecamatan Temayang, Ngasem dan Bubulan yang terletak sekitar ± 30 Km dari Kecamatan Kota Bojonegoro. 

Wayang Thengul


Salah satu kesenian wayang asli Bojonegoro dan saat ini tinggal 12 dalang yang masih aktif memainkan Wayang Thengul.
salah satunya dilakukan oleh Dalang Mardji Deglek secara keliling. Wayang ini berbentuk 3 dimensi dan biasanya dimainkan dengan diiringi gamelan “Pelog/Slendro”. Wayang Thengul ini memang sudah jarang dipertujukan lagi, namun keberadaannya tetap dilestarikan terutama di Kecamatan Kanor yang berjarak ± 40 Km dari Kota Bojonegoro. Jalan cerita yang dimainkan dari kesenian ini mengambil cerita menak.

 

Karnaval Budaya

Karnaval Budaya digelar setiap tahun dalam rangka memperingati Hari Jadi Kemerdekaan dan sekaligus perayaan Hari Jadi Kabupaten Bojonegoro. Karnaval Budaya ini diikuti semua lapisan masyrakat, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum dengan mengusung tema “Ragam Budaya Bojonegoro”.

 

 

 
Batik Jonegoro

   Batik Jagung Miji Emas.
   Batik khas Bojonegoro memiliki 9 motif, yaitu :
   Motif Sekar Jati                                         
   Motif Jagung Miji Emas
   Motif Parang Dahana Munggal                  
   Motif Mliwis Mukti
   Motif Gastra Rinonce                                
   Motif Pari Sumilak
   Motif Sata Ganda Wangi                           
   Motif Parang Lembu Sekar Rinambat
   Motif Rancak Thengul

Kesembilan motif batik tersebut merupakan visualitas potensi Kabupaten Bojonegoro. Sedangkan sentra pengerajin batik terdapat di
Desa Jono, Kecamatan Temayang ± 25 Km arah
selatan Bojonegoro, Desa Purwosari ± 27 Km arah
barat Bojonegoro dan Desa Prayungan,
Kecamatan Sumberrejo ± 17 Km arah timur Bojonegoro.

Makanan Khas

Ledre

 Ledre adalah makanan  khas Kota Bojonegoro dengan aroma pisang raja yang khas, Ledrecocok disajikan sebagai teman minum teh maupun oleh – oleh.
Industri rumahan ini terbesar di Kecamatan Padangan arah barat Kota Bojonegoro. Saat ini telah diproduksi Ledre dengan berbagai ukuran dan kemasan. Rekor MURI telah dipecahkan pada tahun 2009, yaitu pembuatan ledre terbesar dan terpanjang.

 

 
 Keripik Pisang

Keripik Pisang khas Kota Bojonegoromemiliki keunikan dibandingkan dengan keripik pisang daridaerah lain, yaitu menggunakan pisang sobo pipit atau pisang kepok.

Usaha penggelolahan keripik pisang tidak memerlukan teknologi tinggi dan modern. Oleh karena itu, industri ini dapat diterapkan pada industri kecil, industri rumah tangga maupun industri menengah. Pendirian usaha pengolahan keripik pisang dapat meningkatan perekonomian masyarakat dan nilai tambah buah pisang.

Tortila

Ketersedian jagung diberbagai daerah di Bengkulu membuka peluang kegiatan usaha bagi masyarakat, salah satunya adalah membuat aneka produk olahan jagung. Pengolahan jagung bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dan nilai jualnya, serta meningkatkan daya tahan simpan jagung dalam bentuk produk olahan. Salah satu produk olahan jagung yang cukup potensial adalah TORTILA CHIPS. Desa Tulungsejo Kecamatan Trucuk merupakan salah satu sentra industri rumah tangga, terletak diarah barat laut Kota Bojonegoro dan berada di seberang Sungai Bengawan Solo.
 
Rengginang Singkong
 
Makanan khas berbahan singkong (ubi kayu) ini merupakan camilan khas Kota Bojonegoro, diolah secara tradisional sehingga menambah cita rasa.

Sentra produksi ini terdapat di Desa Ngraseh Kecamatan Dander Bojonegoro. Adalah Kristianingsih pengusaha camilan asal Bojonegoro yang mempopulerkan rengginang berbahan baku singkong. Bentuk dan rasa rengginang ini tidak jauh berbeda dari rengginang berbahan baku beras ketan. Ide membuat rengginang dari singkong timbul setelah melihat produksi singkong yang melimpah di Bojonegoro. Petani kerap mengobral singkong mereka saat panen, kala itu harga 1Kg singkong cuma Rp. 200,-.
 
Krupuk Bangjo

Kerupuk abang ijo, kerupuk dengan warna merah, kuning, hijau, dan putih dengan rasa yang khas Bojonegoro.
Pabrik kerupuk ini terletak di Jl. Jaksa Agung Suprapto dan Desa Panjunan Kecamatan Kalitidu, usaha turun temurun telah dimulai sejak 60 tahun yang lalu. Rasa khas dari kerupuk ini tak tergantikan oleh modernisasi jaman, karena cara menggorengnya yang masih tradisional dengan menggunakan sekam sebagai media bahan bakar.


Serabi & Gethuk

Serabikhas Bojonegoro ini rasanya enak & gurih, sangat cocok untuk makan pagi /malam hari. Bahan utama dalam pembuatan kue serabi adalah tepung beras/terigu dan santan. Secara umum kue serabi rasanya manis dengan aroma manis gula merah yang khas.

 

 

Gethuk

Gethuk ini terbuat dari tepung singkong dibuat secara alami tanpa bahan pengawet banyak ditemui di pasar tradisional. Yang paling terkenal adalah Gethuk Banjarsari.



 

 

Pertambangan

Gypsum.


Kualitas gypsum yang cukup baik diperkirakan :

  • Luas 446 Ha.
  • Jumlah tonase 415,245 ton.
  • Daerah yang berpotensi sumber daya mineral gypsum ini, antara lain :

Dusun Bakalan Kubiran, Desa Gapluk di Kecamatan Purwosari,
Desa Sambong, di Kecamatan Purwosari,
Dusun Kaliglonggong, Desa Mojodelik di Kecamatan Ngasem.

Fosfat
Kualitas fosfat yang cukup baik diperkirakan :

  • Luas 4 Ha.
  • Jumlah tonase 3.591 ton.
  • Daerah yang berpotensi sumber daya mineral fosfat ini, antara lain :

Desa Jono di Kecamatan Temayang
Desa Sambungrejo, Desa Pragelan di Kecamatan Bubulan.
Desa Sumberagung di Kecamatan Dander.

Bentonit
Kualitas bentonit yang cukup baik diperkirakan :

  • Luas 466 Ha.
  • Jumlah tonase 1.618.000 ton.
  • Daerah yang berpotensi sumber daya alam bentonit  ini, antara lain :

Desa Ketileng di Kecamatan Malo,
Desa Geneng di Kecamatan Margomulyo.


Batu Gamping

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kualitas batu gamping yang cukup baik diperkirakan :

  • Luas 69 Ha.
  • Jumlah tonase 9.964.000 ton.
  • Daerah yang berpotensi sumber daya alam

Desa Gajah dan Desa Gunungsari di Kecamatan Baureno
Desa Kunci di Kecamatan Dander
Desa Pandangi di Kecamatan Kasiman.
 
Andesit/Desit/Batu Gunung
Kualitas batu gunung yang cukup baik diperkirakan :

  • Luas 596 Ha.
  • Jumlah tonase 635.695.000 ton.
  • Daerah yang berpotensi sumber daya alam

Gunung Lawang dan Gunung Buntung di Desa Jari di Kecamatan Bubulan.

Pasir


Kualitas pasir yang cukup baik diperkirakan :

  • Luas tak terukur.
  • Jumlah tonase tak terukur (cadangan melimpah).
  • Daerah yang mengandung pasir adalah disepanjang sungai Bengawan Solo.

Tanah Urug
Kualitas tanah urug yang cukup baik diperkirakan :

  • Luas 14,5 Ha.
  • Jumlah tonase 765.000 ton.
  • Daerah yang berpotensi mengandung tanah urug, antara lain :

Desa Banjarsari, Desa Kalikletek di Kecamatan Bojonegoro Kota
Desa Pagerwesi di Kecamatan Malo
Desa Nganti, Desa Blimbing Gede di Kecamatan Ngraho
Desa Geneng di Kecamatan Margomulyo

Batu Lempung
Kualitas batu lempung yang baik diperkirakan :

  • Luas 14 Ha.
  • Jumlah tonase 585.200 ton.
  • Daerah yang berpotensi mengandung batu

Desa Luwihaji, Desa Sumber Agung, Desa Mojorejo di Kecamatan Ngraho
Desa Pecangakan, Gunung Dimoro di Kecamatan Kanor.

Batu Onyx


Kualitas batu onyx yang cukup baik diperkirakan :

  • Luas 335,5 Ha.
  • Jumlah tonase 2.333.438 ton.
  • Daerah yang berpotensi mengandung batu onyx, antara lain :

Gunung Kramat, Gunung Gajah, Desa Jari di Kecamatan Bubulan.

Migas

Tambang minyak bumi dan gas alam di Kabupaten Bojonegoro yang terdapat di Kecamatan Ngasem (Desa Mojodelik, Barbohan, Wonorejo) diperkirakan mencapai 126 juta barel. Eksplorasi yang telah dilakukan dengan 126 sumur yang meliputi 106 sumur produksi, 18 sumur injeksi air dan 2 sumur injeksi gas.Tambang minyak bumi dan gas alam yang dikelola secara tradisional dan mekanis. Penambangan tradisional yang dilakukan oleh masyarakat dengan peralatan sederhana untuk pengambilan minyak (sumur) dengan kedalaman 500 meter dan dengan sumur pompa tangan (penemuan baru) dengan kedalaman 28 meter, sedangkan sebagian lagi menggunakan teknologi yang memanfaatkan mesin mobil sebagai penggerak. Jumlah penambang minyak tradisional sekitar 74 (sumur) unit yang berlokasi diwilayah Kecamatan Kadewan meliputi Desa Wonocolo 44 sumur dengan kapasitas produksi 25.771 liter/hari, Desa Hargomulyo 18 sumur dengan kapasitas produksi 12.755 liter/hari dan Desa Beji 12 sumur dengan kapasitas produksi 8.249 liter/hari.

Tambang Minyak Bumi Tradisional
 

 

 

 

 

 

 

 
 


·    Lokasi                  : Kec. Kedewan dan Malo
·    Jumlah Sumur    : 207 sumur
·    Sifat                      : Tradisional
·    Pengelola            : KUD Bogosasono
·    Non Pengelola   : Pertamina
·   Pelaksana     : Masyarakat tambang minyak bumi dan gas alam di Kabupaten Bojonegoro yang terdapat di wilayah Kecamatan Ngasem (Desa Mojodelik, Desa Brabohan, Desa Wonorejo) diperkirakan mencapai 126 juta barel. Eksplorasi yang telah dilakukan dengan 126 sumur yang meliputi 106 sumur produksi, 18 sumur injeksi air dan 2 sumur injeksi gas.

Tambang Minyak Bumi Modern
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

EXXON MOBILE
·    Lokasi             : Kecamatan Ngasem
·    Potensi           : ± 600 juta barel
·    Produksi         : ± 160.000 barel/hari
·    Pengelola       : Exxon Mobile
·    Potensi gas bumi lebih besar, sementara belum dikelola.

PETROCHINA
·     Lokasi          : Kec. Kapas (Sumur Sukowati)
·     Pengelola    : Petrochina
·     Produksi      : 7.100 barel/hari

Kegiatan Mahasiswa

Fakultas Teknik Sipil Kunjungan Lapangan Ke Waduk Wonogiri

Semester 5 Fakultas Teknik Universitas Bojonegoro menggelar kegiatan kunjungan lapangan di Waduk Wonogiri pada Kamis (26/11/2015). Kegiatan tersebut dilakukan untuk pembelajaran mahasiswa terkait bangunan waduk yang ada di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah tersebut. Dekan Fakultas Teknik, Ir. Harjono, M.Si mengharapkan para mahasiswa bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dalam program kunjungan lapangan tersebut.

Dalam kegiatan itu, para mahasiswa sangat antusias dan mengagumi bangunan yang masih kokoh tersebut.

 

 Gambar Kegiatan Praktek

Maps Universitas Bojonegoro

Contact Us

FAKULTAS TEKNIK

Jl. Lettu Suyitno No.2, Kalirejo, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62119

No. Telp/Fax     : 0353 -885444
email:  This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.